Infeksi Saluran Kemih pada Anak

oleh: dr. Yuliana

(diterbitkan oleh Malang Pos, 17 Mei 2009)

Infeksi saluran kemih ternyata tidak hanya diderita oleh orang dewasa, anak-anakpun bisa terkena. Bahkan infeksi saluran kemih ini merupakan penyebab demam kedua tersering setelah infeksi akut saluran napas pada anak berusia kurang dari 2 tahun. Pada bayi berusia kurang dari 3 bulan, infeksi ini lebih banyak didapatkan pada laki-laki, tetapi pada usia lebih dari 3 bulan kejadian infeksi saluran kemih ini jauh lebih banyak pada anak perempuan.

Infeksi saluran kemih diartikan sebagai adanya pertumbuhan bakteri di dalam saluran kemih yang mencapai ≥ 100.000 unit koloni per ml urin segar yang diambil pagi hari. Infeksi ini dapat meliputi infeksi di jaringan ginjal, kandung kemih, sampai saluran kemih. Apabila tidak diobati dengan cepat dan tepat, maka infeksi ini dapat mengakibatkan komplikasi yang lebih serius, misalnya kerusakan ginjal yang menetap sampai terjadi gagal ginjal.

Pada orang dewasa maupun anak yang lebih besar yang terinfeksi seringkali akan memberikan keluhan yang mudah dikenali, misalnya nyeri saat kencing, sering kencing, bau kencing yang menyengat, nyeri pinggang/perut bagian bawah. Lain halnya, bila infeksi ini diderita pada bayi atau anak yang lebih kecil, seringkali gejala yang muncul tidak khas. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan orang tua bahkan tenaga medis terlambat mendeteksi sehingga berakibat pengobatan yang diberikan tidak tepat. Jika demikian, bagaimana kita dapat mengenali seorang bayi atau anak yang menderita infeksi saluran kemih?

Apabila seorang bayi atau anak menderita demam, rewel, muntah, mencret, tidak mau minum atau makan, sampai berat badan tidak naik dan gagal tumbuh, maka sudah seharusnya kita curiga bahwa mungkin ia terkena infeksi saluran kemih, dan harus dibawa ke dokter. Pada pemeriksaan fisik, dokter biasanya akan mendapatkan adanya demam, nyeri ketok pada daerah pinggang belakang, nyeri tekan pada perut bagian tengah bawah, atau mungkin juga didapatkan kelainan pada kemaluan, atau kelainan pada tulang belakang seperti spina bifida. Kemudian sebagai pemeriksaan tambahan, dokter biasanya akan menyarankan dilakukan pemeriksaan urin (kencing) untuk memastikan ada atau tidaknya infeksi. Diagnosis pasti infeksi saluran kemih ditegakkan dengan ditemukannya bakteriuria (bakteri dalam urin) pada pembiakan (kultur) urin, yang jumlahnya tergantung dari metoda pengambilan sampel. Akan tetapi, pengambilan sampel urin pada anak yang lebih kecil dan bayi kadang mengalami kesulitan. Pemeriksaan penunjang lain dapat dilakukan untuk mencari faktor risiko terjadinya infeksi saluran kemih, misalnya dengan pemeriksaan ultrasonografi, foto polos perut, dan pemeriksaan radiologi lainnya. Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin serum (darah) dilakukan untuk menilai fungsi ginjal.

Penyebab terbanyak infeksi saluran kemih pada anak adalah bakteri Escherichia coli. Oleh karena itu penanganan yang diberikan adalah dengan pemberian antibiotik selama 7-10 hari untuk menghilangkan kuman penyebab. Selain itu juga diberikan asupan cairan yang cukup dan dilakukan perawatan kebersihan daerah sekitar saluran kencing. Sedangkan tindakan bedah sesuai dengan kelainan saluran kemih yang ditemukan.

Infeksi saluran kemih sering berulang pada anak-anak, oleh karena itu pencegahan penting untuk dilakukan. Pencegahan dapat dilakukan dengan minum air dalam jumlah yang cukup, tidak menahan kencing, selalu menjaga kebersihan, terutama sekitar saluran kemih, mengganti celana dalam secara teratur dan apabila mengalami sulit buang air besar harus segera ditangani. Sirkumsisi (sunat) dinilai juga dapat mengurangi terjadinya infeksi saluran kemih. Pada beberapa kasus misalnya anak dengan kelainan ginjal, kelainan anatomik atau fungsional yang menyebabkan sumbatan saluran kemih, antibiotik pencegahan diperlukan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: