5 Langkah Tuntaskan Diare

Selama ini pengobatan diare selalu identik dengan pemberian antibiotik, bahkan menurut penelitian Prof. dr. S. Yati Sunarto, SpA(K), penggunaan antibiotik tidak rasional pada diare akut di RS non pendidikan mencapai hampir 100%, sedangkan di RS pendidikan sebesar 18%. Bukannya menyembuhkan diare, pemberian antibiotik justru dapat menyebabkan antibiotic associated diarrhea.

Diare secara umum diartikan sebagai buang air besar lebih dari 3 kali dalam 24 jam dengan konsistensi cair. Akan tetapi definisi ini tidak berlaku pada bayi yang baru lahir di bawah satu bulan, karena pada kelompok usia ini, kadar enzim laktosanya masih rendah sehingga akan sering buang air besar bahkan hingga 7-8x sehari. Sebagian besar diare memang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, dan parasit. Tetapi lebih dari 50% diare penyebabnya adalah rotavirus. Jadi, pemberian antibiotik yang selama ini selalu dilakukan dalam mengobati diare lebih banyak tidak memberi manfaat, karena diare yang diakibatkan rotavirus merupakan self limiting disease.

Dalam Continuous Professional Development Konggres Nasional Ilmu Kesehatan Anak ke-14 di Surabaya, Juli 2008, diungkapkan 5 pilar dalam penatalaksanaan diare yang baru:g

1. 1. Oralit baru, dapat mengurangi rasa mual dan muntah. Berikan segera bila anak diare, untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi.

2 2. ZINC diberikan selama 10 hari berturut-turut untuk mengurangi lama dan beratnya diare, mencegah berulangnya diare selama 2-3 bulan. Zinc juga dapat mengembalikan napsu makan anak.

3. 3. ASI dan makanan tetap diteruskan sesuai umur anak dengan menu yang sama pada waktu anak sehat untuk mencegah kehilangan berat badan serta pengganti nutrisi yang hilang.

4 4. Antibiotik jangan diberikan kecuali dengan indikasi misalnya diare berdarah, kolera.

5 5. Nasihat pada ibu atau pengasuh: kembali segera jika demam, tinja berdarah, muntah berulang, makan atau minum sedikit, sangat haus, diare makin sering, atau belum membaik dalam 3 hari.

Sumber:

Ethical Digest. Mei 2008. Gastroenteritis Pada Anak. Semijurnal Farmasi dan Kedokteran Ethical Digest: hal 76.

Ethical Digest. Agustus 2008. Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak ke 14: Penanganan Diare Anak Terkini. Semijurnal Farmasi dan Kedokteran Ethical Digest: hal 76.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2004. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak Edisi I. Jakarta: Badan Penerbit IDAI.

2 Responses

  1. jadi inget pas ujian pediatri dengan dosen saya satgas IDAI dr. N. Budi, Sp.A(K) neh.kalo ga salah menurut beliau ada 7.dari yg di atas ditambah obati penyakit penyerta n pre-biotic.apa sekarang 2 hal tersebut tidak lagi dianjurkan?thx 4 respon

  2. LINTAS diare, 5 yang sudah tercantum di atas, merupakan langkah penanganan diare akut. Apabila diare yang didapatkan merupakan gejala atau komplikasi dari penyakit lain, tentu saja harus diatasi juga penyakit penyerta tersebut. Untuk pemberian probiotik, banyak penelitian memang menunjukkan bermanfaat, tetapi sampai saat ini, IDAI masih belum menyertakan pemberian probiotik dalam pedoman terapi diare akut. Terima kasih.. maaf atas keterlambatan jawabannya, karena kesibukan yang tidak bisa dihindarkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: