Gizi Buruk Ternyata Masih Mengancam..

LIMA BALITA ALAMI GIZI BURUK KRONIS DI MALANG

KOMPAS.com

MALANG, JUMAT 6 Maret 2009

Selama kurun waktu Januari-Februari 2009 lima anak di bawah lima tahun (balita) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, menderita gizi buruk kronis jenis marasmus, kwashiorkor, dan marasmus kwashiorkor.

221104pKepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dr Agus Wahyu Arifin, Jumat (6/3), menyebutkan, dua balita berasal dari Kecamatan Pujon, dua dari Kecamatan Ngajum dan satu lagi dari Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

“Gizi buruk kronis ini rata-rata diikuti penyakit penyerta bawaan dan saat ini mereka dalam pengawasan ketat Dinkes, termasuk melalui intervensi asupan nutrisi dan gizi selama 90 hari berturut-turut. Biaya perawatan di rumah sakit ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah,” katanya.

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Pada tahun 2008 jumlah penderita gizi buruk kronis di Kabupaten Malang mencapai 14 balita dan empat di antaranya meninggal dunia. Sedangkan penderita gizi kurang pada tahun 2008 mencapai 300 balita dan tahun 2007 sebanyak 113 balita.

ABD

Sumber : Ant

Miris memang.. Di jaman yang semakin berkembang ini, dimana angka kejadian obesitas anak semakin tinggi, ternyata di sisi lain masih dijumpai adanya anak-anak yang mengalami gizi buruk alias malnutrisi. Hal ini jelas menjadi cambuk bagi kita semua untuk lebih berusaha lagi meningkatkan pelayanan bagi anak-anak yang merupakan cerminan masa depan bangsa.

Apakah kita ingin generasi kita seperti ini????


Children and a nurse attendant at a Nigerian orphanage in the la

Tidak semua anak kurang gizi tampak kurus..

Pada kurang gizi tipe kwashiorkor, anak tampak gemuk, tapi bukan gemuk seperti yang diharapkan. Kalau diperhatikan dengan seksama, sebenarnya yang terjadi pada anak kurang gizi tipe kwashiorkor ini adalah anak mengalami bengkak yang dapat terjadi pada seluruh tubuh, disertai wajah sembab dan membulat akibat kurangnya protein dalam tubuh. Gejala lain yang seringkali juga dijumpai antara lain mata sayu, rambut tipis, kemerahan seperti rambut jagung, mudah dicabut dan rontok, cengeng, rewel dan apatis, pembesaran hati, otot mengecil (hipotrofi), bercak merah ke coklatan di kulit dan mudah terkelupas (crazy pavement dermatosis), sering disertai penyakit infeksi terutama diare dan anemia.

Sedangkan tipe lain dari kurang gizi yang lebih mudah dikenali, yaitu tipe marasmus. Anak tampak sangat kurus, terlihat seperti tulang terbungkus kulit, wajah seperti orang tua, cengeng dan rewel, kulit keriput, jaringan lemak subkutan minimal/tidak ada, perut cekung, iga gambang, sering disertai penyakit infeksi dan diare. Tipe ini disebabkan karena kurangnya kandungan kalori dalam tubuh anak.


Bisa juga didapati tipe campuran dari keduanya, yaitu marasmus kwashiorkor.

Marasmus 27972839_239ff61243



Kwasiorkhor

kwashiorkor1

Pengobatan pada anak dengan gizi buruk (malnutrisi energi protein) seperti yang ditulis dalam Pedoman Diagnosa dan Terapi Ilmu Kesehatan Anak FK Unair Surabaya, meliputi:

A. Prinsip dasar penanganan 10 langkah utama (diutamakan penanganan kegawatan)

1. Penanganan hipoglikemi

2. Penanganan hipotermi

3. Penanganan dehidrasi

4. Koreksi gangguan keseimbangan elektrolit

5. Pengobatan infeksi

6. Pemberian makanan

7. Fasilitasi tumbuh kejar

8. Koreksi defisiensi nutrisi mikro

9. Melakukan stimulasi sensorik dan perbaikan mental

10. Perencanaan tindak lanjut setelah sembuh

B. Pengobatan penyakit penyerta, antara lain kekurangan vitamin A, kelainan kulit, infeksi parasit/cacing, diare yang terus menerus, tuberkulosa.

C. Penanganan kegawatan: syok dan anemia berat.

Lalu.. bagaimana mencegahnya?

Karena ada banyak faktor yang menjadi penyebab timbulnya gizi buruk, maka untuk mencegahnya bisa dilakukan beberapa langkah:

1. Penyuluhan pada masyarakat mengenai pola makan dan gizi seimbang (perbandingan yang sesuai antara jumlah karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral berdasarkan umur dan berat badan).

2. Pemantauan tumbuh kembang dan penentuan status gizi secara berkala (sebulan sekali pada tahun pertama).

3. Dari segi faktor sosial: mencari kemungkinan adanya pantangan untuk menggunakan bahan makanan tertentu yang sudah berlangsung turun-temurun yang dapat menyebabkan terjadinya gizi buruk.

4. Dari segi faktor ekonomi: kemiskinan tetap menjadi masalah utama yang butuh jalan keluar. Tetap harus ditekankan perlunya bahan makanan yang bergizi di samping kuantitasnya.

5. Mencegah terjadinya infeksi. Infeksi derajat apapun dapat memperburuk status gizi.Malnutrisis energi protein, walaupun dalam derajat ringan, menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.

Sumber:

Ant. 2009. Lima Balita Alami Gizi Buruk Kronis di Malang. (Online). (http://www.kompas.com, diakses tanggal 10 Maret 2009).

Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2004. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak Edisi I. Jakarta: Badan Penerbit IDAI.

Hidayat, Boerhan., dkk. 2006. Pedoman Diagnosa dan Terapi: Kurang Energi Protein (KEP). Surabaya: Bag./SMF IKA FK Unair/Dr.Sutomo.

One Response

  1. Akankah anak 2 Indoneia akan mengalami Gizi buruk gara2 kenaikan BBM???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: