Batuk ‘kawan’ atau ‘lawan’

oleh: dr. Yulianabatuk11

“Bila batuk berlanjut hubungi dokter”.. Slogan yang seringkali kita dengar melalui media elektronik ini tentu saja sedikit banyak akan mempengaruhi pola perilaku masyarakat Indonesia. Bila menderita batuk, masyarakat awam akan lebih dulu berusaha mengobati sendiri gejala batuk yang dialaminya dengan obat-obat bebas atau obat OTC (over the counter). Bila batuk berlanjut barulah mereka menghubungi dokter.

Iklan-iklan yang ada seringkali memberikan kesan bahwa batuk adalah ‘lawan’ bahkan musuh yang harus segera dilawan dan disingkirkan karena mengganggu. Namun benarkah batuk merupakan ‘lawan’ atau justru merupakan ‘kawan’?

Berikut uraian singkat mengenai pengertian batuk.
Batuk merupakan suatu masalah pernapasan yang amat sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan salah satu keluhan klinis yang paling sering menyebabkan pasien anak mencari pertolongan medis. Sebenarnya batuk merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari luar. Batuk sangat penting dalam meningkatkan pembersihan saluran respiratorik, terutama bila sistem mukosilier tubuh kita sedang terganggu gangguan non respiratorik akan memberikan gejala batuk.

Penyebab batuk terbanyak pada anak umumnya adalah infeksi saluran napas atas, yang sebagian besar disebabkan oleh virus dan dapat sembuh sendiri (self limiting). Batuk yang hebat pada orang dewasa memang dapat menimbulkan komplikasi serius di hampir semua sistem organ tubuh, misalnya terjadinya patah tulang kosta, robeknya diafragma, sinkop, vertigo, nyeri kepala, trauma saluran napas, kejang dan lain-lain. Akan tetapi, pada anak kemungkinan komplikasi serius seperti pada orang dewasa lebih kecil kemungkinannya. Tekanan dalam rongga dada, kecepatan arus udara, dan energi yang dihasilkan anak pada saat batuk tentu tidak sehebat orang dewasa. Batuk pada anak yang seringkali menimbulkan masalah adalah batuk karena pertusis. Komplikasi yang sering terjadi antara lain muntah dan perdarahan subkonjungtiva.
Pada beberapa keadaan tertentu, batuk memang dapat menjadi masalah, terutama bila batuk berlangsung kronik. Dalam keadaan demikian, perlu dicari penyebabnya, dan bukan langsung menekan batuk yang timbul. Tata laksana batuk ditujukan kepada penyakit dasarnya. Bila kita temukan penyakit dasarnya, dan bisa kita atasi maka batuk dengan sendirinya akan berhenti. Kecuali, pada sedikit keadaan-keadaan tertentu dimana batuk tidak efektif dan tidak berguna serta berpotensi menimbulkan komplikasi, misalnya pada pertusis. Meskipun dalam keadaan demikianpun, penekanan refleks batuk dengan obat pada anak harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan dalam pengawasan dokter.

Jadi sekali lagi yang penting adalah bagaimana kita menyikapi batuk dengan bijaksana. Harus dipahami bahwa batuk merupakan proses alami, protektif, dan merupakan mekanisme yang menguntungkan, dan bukan merupakan sesuatu yang harus dihentikan dengan cara apapun dan biaya berapapun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: