“MENGI” TIDAK SELALU ASMA


Oleh: dr. Yuliana

fhe1092Ketika anak kecil mengeluarkan suara “mengi” (seperti suara peluit yang ditiup), umumnya kita selalu mengidentikkan dengan asma. Padahal ada penyakit lain yang juga menimbulkan gejala serupa. Pada prinsipnya suara “mengi” diakibatkan oleh penyempitan saluran nafas. Bronkiolitis adalah salah satu penyakit yang juga memberikan gejala serupa. Apakah itu bronkiolitis dan apakah bedanya dengan asma? Silakan membaca artikel singkat berikut.

Bronkiolitis adalah penyakit obstruktif (penyumbatan) akibat inflamasi/peradangan akut pada saluran nafas kecil (bronkiolus) yang terjadi pada anak < 2 tahun dengan insidens tertinggi pada usia sekitar 2-6 bulan dengan penyebab tersering respiratory sincytial virus (RSV), diikuti dengan parainfluenzae dan adenovirus. Penyakit ini ditandai oleh gejala klinik yaitu, napas cepat, retraksi dada (dinding dada tertarik) dan wheezing (mengi).

Anak usia di bawah 2 tahun dengan didahului infeksi saluran nafas akut bagian atas dengan gejala batuk, pilek, biasanya tanpa demam atau hanya subfebris (sedikit demam). Sesak nafas makin hebat dengan nafas dangkal dan cepat.

Pengobatan bronkiolitis menurut Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak tahun 2004 yang dikeluarkan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) adalah:

1. Antibiotik tidak perlu diberikan kecuali dalam keadaan yang berat, dan ada kemungkinan infeksi skunder bakteri

2. Pemberian bronkodilator (obat yang dapat melebarkan bronkus/saluran nafas) masih kontroversial. Bila perlu ipratropium bromida, obat simpatomimetik, atau teofilin yang terbukti memberikan manfaat pada beberapa penderita dapat dicoba untuk diberikan

3. Pemberian kortikosteroid juga belum dibuktikan bermanfaat

4. Pemberian anti virus seperti ribavirin dapat dipertanggungjawabkan, terutama untuk bayi resiko tinggi yaitu dengan cystic fibrosis, bronchopulmonary displasia, immunodeficiency dan penyakit jantung bawaan.

5. Imunoterapi masih dalam penelitian

6. Terapi supportif yang dapat diberikan yaitu pemberian oksigen lembab, monitor kemungkinan hipoksemia, apneu, dan gagal nafas, monitor suhu tubuh dan pemberian cairan sesuai kebutuhan.

Saran untuk Ibu-Ibu: Bila anak anda masih berusia dibawah 2 tahun dan menunjukkan gejala seperti: hindung meler, batuk, demam tidak tinggi dan diikuti nafas cepat, penarikan dinding dada dan mengi, segeralah berobat ke dokter agar dapat diberikan penanganan yang tepat.

Beberapa perbedaan antara bronkiolitis dan asma

ASMA

BRONKIOLITIS

Penyebab

hiper reaktivitas bronkus

virus

Umur

> 2 tahun

6 bulan-2 tahun

Sesak berulang

Ya

Tidak

Onset sesak

akut

insidious

ISPA atas

+ / –

selalu +

Atopi keluarga

Sering

jarang

Alergi lain

Sering

Respon bronkodilator

cepat

lambat

Eosinofil

meningkat

normal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: