Kejadian Meningitis Bakterial pada Kejang Demam Sederhana

Menurut anjuran American Academy of Pediatric (AAP) sejak tahun 1996, pungsi lumbal sangat dianjurkan untuk dilakukan pada anak berusia di bawah 12 bulan dengan kejang demam sederhana pertama kali (first simple febrile seizure), dianjurkan pada anak berusia 12-18 bulan, dan dipertimbangkan pada anak berusia di atas 18 bulan yang dicurigai menderita meningitis. Hal ini berdasarkan alasan bahwa kejang seringkali merupakan manifestasi dari bakterial meningitis dan seringkali diagnosa meningitis sulit ditegakkan pada anak-anak di bawah 12 bulan akibat tanda-tandanya yang tidak jelas.

Akan tetapi, penelitian terbaru dalam jurnal Pediatrics yang berjudul Utility of Lumbar Puncture for First Simple Febrile Seizure Among Children 6 to 18 Months of Age yang dipublikasikan pada tahun 2009, membuat kebijakan ini perlu dipertanyakan lagi..

Sebuah penelitian retrospektif dilakukan pada 260 pasien usia 6-18 bulan yang dirawat di sebuah pediatric emergency department Children’s Hospital Boston, Massachusetts antara bulan Oktober 1995 sampai Oktober 2006 dengan diagnosa kejang demam sederhana pertama kali yang kemudian dilakukan lumbal pungsi dan pemeriksaan cairan serebrospinal (cerebrospinal fluid / CSF). Diagnosa bakterial meningitis ditegakkan bila:
1.Didapatkan pertumbuhan bakteri patogen pada kultur CSF setelah 1 minggu
2.Didapatkan CSF pleositosis (didapatkan leukosit pada CSF > 7sel/mm3) dan kultur darah (+) bakteri patogen
3.Pada pewarnaan gram CSF didapatkan bakteri patogen
Dan hasil akhirnya, tidak didapatkan satupun kultur CSF yang (+) bakteri patogen, dan tidak didapatkan pertumbuhan bakteri patogen pada kultur darah pada 10 pasien dengan CSF pleositosis.

Namun, jangan senang dulu..
Ini terjadi di Amerika dengan latar belakang cakupan vaksinasi lengkap untuk meningitis sebesar 98%. Sedangkan untuk Indonesia???
Berdasarkan diskusi dalam jurnal ini, meskipun bakterial meningitis menimbulkan morbiditas dan kematian yang tinggi, tetapi vaksinasi yang efektif dinilai cukup signifikan untuk menurunkan kemungkinan terjadinya meningitis bakterial pada anak.
Sebagai kesimpulannya, karena ternyata risiko terjadinya meningitis bakterial pada anak usia 6-18 bulan dengan kejang demam sederhana pertama kali sangat rendah, maka kebijakan dilakukannya lumbal pungsi perlu ditinjau kembali. Disarankan, sebaiknya lumbal pungsi dipertimbangkan dan dilakukan pada anak-anak yang jelas menunjukkan gejala dan tanda yang mengarah ke meningitis bakterial, misalnya kejang fokal atau kejang berulang, petechial rash, dan nuchal rigidity.

Sumber:
Kimia, Amir A. 2009. Utility of Lumbar Puncture for First Simple Febrile Seizure Among Children 6 to 18 Months of Age. (Online). (http://www.pediatrics.org/cgi/content/full/123/ 2/1/6, diakses tanggal 20 Pebruari 2009).

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: