Penggunaan Obat Batuk pada Anak (2)

oleh: Dr. Yuliana

Harus benar-benar dipahami bahwa batuk merupakan proses alami, protektif, menguntungkan. Secara umum, batuk pada anak sangat penting peranannya dalam pertahanan respiratorik. Terlebih pada bayi yang kemampuan menelannya belum begitu baik, kemungkinan terjadinya aspirasi lebih besar. Tanpa adanya refleks batuk yang adekuat, bayi akancough_21931t mengalami aspirasi berulang yang dapat berkembang menjadi pneumoni berulang.

Menurut cara kerjanya, obat batuk OTC dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu:

1. Obat penekan batuk (antitusif)

Dibagi menjadi 2 golongan: narkotik (kodein, dihidrokodein, hidrokodon, hidromorfon), dan non narkotik (dekstrometorfan, noskapin, karbetapentan, karamifen).

Penggunaan obat antitusif sentral harus dihindari, terutama pada bayi berusia kurang dari satu tahun. Penggunaan simptomatik batuk dapat menimbulkan efek ‘masking’ pada penyakit yang serius, sehingga memperlambat diagnosis. Dengan menekan batuk, saluran respiratorik kecil dapat tersumbat oleh mukus dan akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas penyakit paru kronik.

2. Ekspektoran dan mukolitik (memperbaiki kemampuan untuk mengeluarkan sekret)

Contoh ekspektoran: guaifenesin.

Contoh mukolitik (bukti-bukti kurang): asetilsistein, karbosistein, bromhexin, metilsistein. Satu-satunya obat golongan mukolitik yang disetujui penggunaannya di Kanada dan Amerika Serikat adalah dornase alfa (Pulmozymex inhalasi aerosol dosis 2,5 mg/hari).

3. Antihistamin

Beberapa sumber menyebutkan bahwa walaupun digunakan secara luas, ternyata sebagian obat-obat ini mempunyai efikasi yang tidak melebihi plasebo dengan kata lain, tidak memberikan manfaat. Sebagian lagi efikasinya tidak berdasarkan evidence based medicine. Sementara itu diketahui pula bahwa pada umumnya obat-obat ini mempunyai efek samping.

Berikut adalah tatalaksana non farmakologis pada batuk yang diharapkan dapat membantu mengatasi batuk, yang ditujukan terutama untuk memperkuat pertahanan permukaan mukosa saluran pernapasan, mencegah dan memperbaiki kerusakan sehingga dapat mengurangi reaksi keradangan dan hipereaktivitas yang merupakan faktor penyebab batuk kronik:

1. Menghindari udara dingin, cuaca buruk, sumber-sumber polutan di luar rumah, seperti asap mobil, asap pabrik, dan asap rokok. Batuk, terutama batuk alergi, akan bertambah berat pada kelembaban tinggi atau perubahan cuaca yang tiba-tiba, terutama dari lingkungan hangat ke tempat yang dingin. Polusi udara juga memperberat penyakit saluran pernapasan pada anak.

2. Hindari alergen di dalam rumah, misalnya tungau debu rumah, bulu binatang peliharaan, kecoa, jamur.

- Menggunakan kasur busa/lateks dan bantal dakron

- Tidak memelihara binatang di rumah, atau bila tidak memungkinkan maka dilakukan dengan cara memandikan binatang dengan rajin (2x seminggu), tidak boleh masuk kamar tidur, dan sebaiknya berada di luar rumah.

- Menjaga rumah tetap bersih, tidak lembab dan basah.

3. Olahraga teratur

4. Diet dan nutrisi yang seimbang.

Sumber:

1. Tim PKB IKA FKUI. 2006. Strategi Pendekatan Klinis Secara Profesional Batuk pada Anak. Jakarta: Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RS. dr. Cipto Mangunkusumo.

2. Tim Yayasan Penyantun Anak Asma Indonesia. 2007. Manajemen Kasus Respiratorik Anak Dalam Praktek Sehari-hari. Jakarta: YAPNAS SUDDHAPRANA.

3. Rimsza ME, Newberry S. 2008. Unexpected Infant Deaths Associated With Use of Cough and Cold Medications. Pediatrics. 2008;122(2). (Online). (www.pediatrics.org/cgi/content/ full/122/2/e318, diakses tanggal 1 Februari 2009).

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: